Kolaborasi Pemkab Tubaba dan Yayasan Bussaina Perluas Akses Pengobatan Jantung Bawaan Anak

TubabaQu.id – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan, khususnya kesehatan anak. Hal ini ditegaskan Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., saat menerima kunjungan silaturahmi pasien Penyakit Jantung Bawaan (PJB) anak bersama Yayasan Bussaina Lampung di Rumah Dinas Bupati, Selasa (06/01/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Tubaba Novianti Novriwan, Ketua Yayasan Bussaina Lampung Budi Hidayat, jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Tubaba, perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Barokatul Khodiri Gunung Agung, serta para orang tua pasien PJB dari berbagai wilayah di Kabupaten Tubaba.

Dalam sambutannya, Bupati Novriwan Jaya menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pembangunan manusia dan perubahan pola pikir masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya soal jalan dan bangunan. Yang jauh lebih penting adalah membangun SDM dan kesadaran masyarakat. Kesehatan menjadi fondasi utama, karena masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas anak-anak kita,” ujarnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tubaba telah menjalankan program unggulan Tubaba Q Sehat, yang secara aktif memberikan layanan kesehatan gratis hingga ke tingkat tiyuh. Namun demikian, ia mengingatkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Jangan menunggu sakit parah baru berobat, apalagi jika menyangkut kesehatan anak,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Novriwan Jaya turut menyampaikan perkembangan signifikan terkait peningkatan fasilitas RSUD Tubaba. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp170 miliar untuk penguatan layanan medis, terutama di bidang saraf dan jantung.

“RSUD Tubaba ke depan akan dilengkapi teknologi DSA (Digital Subtraction Angiography) seperti yang dikembangkan oleh Dokter Terawan, sehingga tindakan pada saraf dan penyumbatan pembuluh darah kepala dapat dilakukan tanpa operasi besar. Selain itu, dokter-dokter kita juga telah disekolahkan ke luar negeri, termasuk ke Cina, agar RSUD Tubaba menjadi rumah sakit rujukan di wilayah sekitar,” jelasnya. Ia juga memastikan layanan hemodialisa (cuci darah) mulai beroperasi pada pekan berikutnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bussaina Lampung, Budi Hidayat, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tubaba. Ia menyatakan kesiapan yayasannya untuk mendampingi pasien PJB yang membutuhkan rujukan pengobatan ke Jakarta.

“Melalui jaringan Ikatan Pendamping Pasien Indonesia (IPI), kami akan membantu keluarga pasien selama proses pengobatan, mulai dari pendampingan komunikasi dengan dokter hingga pengurusan administrasi, agar keluarga tidak merasa sendirian,” ungkapnya.

Budi juga menginformasikan bahwa pada Februari mendatang, Yayasan Bussaina Lampung akan menyalurkan sekitar 170 unit kursi roda khusus dari Australia bagi anak-anak penyandang Cerebral Palsy di Lampung, serta terus mengupayakan bantuan alat bantu dengar bagi anak yang membutuhkan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tubaba juga terus memperkuat kolaborasi dengan Baznas Tubaba dalam memberikan bantuan pembiayaan pengobatan bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh jaminan kesehatan reguler.

Kegiatan tersebut ditutup dengan pesan Bupati kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat hingga kepala puskesmas, agar menjaga fasilitas publik dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Tidak ada pihak lain yang akan membesarkan Tubaba selain kita sendiri. Mari kita saling mendukung dan bekerja bersama agar masyarakat Tubaba benar-benar sehat, kuat, dan berdaya,” pungkasnya.

Rilis By Dini Amrina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *