Seni sebagai Ruang Bertemu dan Berproses: Kolektif Seni Tubaba Siapkan Pertunjukan “Re.Ca.LL.in.G” di Sesat Agung

TubabaQu.Id — Program Dialog Interaktif TubabaQu (Dialektika TubabaQu) kembali menghadirkan ruang diskusi inspiratif bertema “Ruang Ekspresi, Ruang Budaya: Belajar Seni Lokal Bersama Kolektif Seni Tubaba”, yang digelar di 25 Caffe, Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kamis (29/01/2026).

Hadir sebagai narasumber, Irul, penggiat seni sekaligus anggota Kolektif Seni Tubaba, membagikan pandangannya tentang pentingnya seni sebagai ruang berbagi rasa, berpikir, dan berekspresi. Ia menekankan bahwa seni tidak hanya berbentuk karya, tetapi juga menjadi cara manusia memahami diri, lingkungan, dan sesamanya.

“Seni adalah cara kita bercerita dan berhubungan dengan kehidupan. Lewat seni, kita belajar menghargai perbedaan, mengenali identitas, dan membangun kesadaran bersama,” ungkap Irul dalam sesi dialog.

Dalam kesempatan tersebut, Irul juga memperkenalkan agenda besar yang akan digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026 bertempat di Sesat Agung Islamic Center Tubaba, yakni pertunjukan seni bertajuk “Re.Ca.LL.in.G” Bab 1: Panggung Bersama — sebuah panggung kolaboratif yang akan menghadirkan beragam pertunjukan seni seperti musik, tari, puisi, teater, dan berbagai ekspresi kreatif lainnya.

Sekitar 190 peserta dari berbagai sanggar dan komunitas seni di Tubaba akan turut tampil, menjadikan acara ini sebagai pertemuan besar para pelaku seni lintas disiplin di daerah.

“Dalam Re.Ca.LL.in.G ini, akan banyak karya seni yang ditampilkan. Ada musik, tari, teater, dan puisi — semua berproses dan berpanggung bersama. Ini momentum bagi seniman Tubaba untuk saling bertemu, berjejaring, dan bergerak bersama,” jelas Irul.

Kolektif Seni Tubaba sendiri hadir sebagai ruang pertemuan lintas disiplin — tempat berkumpul, berdiskusi, berproses, dan berekspresi bagi para seniman serta komunitas kesenian yang tumbuh di Tulang Bawang Barat. Ruang ini dibangun untuk memanggil kembali jejak, ingatan, dan keterhubungan yang pernah ada, sekaligus membuka ruang perjumpaan baru bagi kita semua hari ini.

Melalui kerja kolaboratif, seniman dan komunitas seni di Tubaba merespons tema “Re.Ca.LL.in.G” sebagai sebuah panggilan bersama — “memanggil kembali teman-teman seni Tubaba untuk hadir, bertemu, dan bergerak bersama”. Tema ini menjadi ajakan untuk kembali saling menyapa, saling mengingat, dan saling menyadari bahwa para pelaku seni di Tubaba tumbuh dalam ekosistem yang sama.

Pertunjukan Bab #1: Panggung Bersama menjadi titik awal dari rangkaian tujuh bab yang akan dihadirkan. Bab pertama ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang pertemuan pertama — sebuah penanda dimulainya proses kolektif yang akan terus tumbuh dan berlanjut.

Kolaborasi ini menjadi bentuk pencatatan perjalanan para seniman dan komunitas kesenian di Tubaba dalam membangun kesadaran bersama tentang identitas, pengalaman, serta pengetahuan yang hidup dan terus bergerak di tengah masyarakat.

Rilis By Dini Amrina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *