Hari Kesehatan Nasional: dr. Pramono Ingatkan Pentingnya Seimbang antara Emosi dan Pikiran

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional melalui program Dialektika TubabaQu menghadirkan podcast spesial bertema “Kesehatan Mental, Kunci Produktivitas di Era Digital Menjaga Keseimbangan Emosi dan Pikiran di Tengah Tekanan Hidup” di Radio Streaming TubabaQu. Kamis, (20/11/2025).
Podcast ini menghadirkan narasumber utama Direktur RSUD Tubaba, dr. Pramono Satrio Wibowo, yang membagikan pandangan serta pengalaman seputar pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tantangan zaman modern.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, dr. Pramono menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak kalah penting dari kesehatan fisik. Menurutnya, di era digital saat ini banyak orang tampak produktif secara fisik, tetapi kelelahan secara emosional.
“Kita sering mengukur produktivitas dari seberapa banyak pekerjaan yang selesai, seberapa cepat kita merespons, atau seberapa aktif kita di media sosial. Padahal, produktivitas sejati lahir dari pikiran yang tenang dan hati yang seimbang,” ujar dr. Pramono membuka pembicaraan.
Ia menekankan bahwa tekanan hidup, tuntutan pekerjaan, dan paparan media digital yang terus-menerus bisa menjadi pemicu stres dan gangguan mental jika tidak diimbangi dengan kesadaran diri dan manajemen emosi.
“Teknologi itu membantu, tapi jika kita tidak bisa mengelolanya, justru bisa memperburuk kondisi psikologis. Notifikasi yang terus berbunyi, komentar negatif di media sosial, dan rasa takut tertinggal sering kali menjadi sumber kecemasan baru,” tambahnya.
Menurut dr. Pramono, menjaga kesehatan mental bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti istirahat cukup, berolahraga, membatasi dunia digital dan melatih kesadaran diri (mindfulness).
“Luangkan waktu untuk diam, bernapas, dan menikmati momen tanpa distraksi. Pikiran kita butuh jeda seperti halnya tubuh butuh tidur,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih terbuka terhadap isu kesehatan mental, dan tidak menganggapnya sebagai hal tabu.
“Jangan takut untuk bercerita atau meminta bantuan. Bisa bercerita kepada keluarga atau teman dekat bukan berarti kita lemah. Justru itu bentuk tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, dr. Pramono juga menyoroti pentingnya lingkungan sosial yangsuportif, baik di keluarga, tempat kerja, maupun komunitas.
“Kita perlu saling mendengarkan tanpa menghakimi. Kadang orang hanya butuh didengar, bukan disalahkan. Dukungan kecil bisa sangat berarti bagi seseorang yang sedang berjuang,” tuturnya.
Melalui podcast ini, RSUD Tubaba bersama program TubabaQu Polmas ingin menegaskan bahwa kesehatan mental adalah fondasi produktivitas dan kebahagiaan. Tanpa mental yang sehat, semua capaian kerja dan teknologi tidak akan memberi makna yang sesungguhnya.
“Mari kita mulai dari diri sendiri. Rawat tubuh, rawat pikiran, dan jaga keseimbangan hidup. Karena kesehatan mental adalah investasi jangka panjang bagi kehidupan yang lebih berkualitas,” pungkas dr. Pramono.
