Atlet MAN 1 Tubaba Ungkap Rahasia Juara dalam Dialektika TubabaQu

TubabaQu.Id – Dunia olahraga di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali mendapat sorotan setelah dua atlet muda dari MAN 1 Tubaba, Riska Apriyani dan Muhammad Rifan, berhasil meraih prestasi di bidang olahraga panjat tebing.

Dalam Dialog Interaktif TubabaQu (Dialektika) yang berlangsung pada Rabu, (15/10/2025) di Studio Radio Streaming TubabaQu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tubaba, Mengangkat tema “Strategi Dibalik Kecepatan: Rahasia Juara Speed Climbing” menghadirkan dua atlet muda berprestasi dari MAN 1 Tubaba: Riska Apriyani, peraih medali perunggu Kejurprov 2024 pada kategori Speed dan Lead Climbing, serta Muhammad Rifan, peraih medali emas U-19 Provinsi Lampung dalam ajang Mahapala Orienteering Competition.

Keduanya hadir bersama sang pelatih sekaligus guru pembina ekstrakurikuler panjat tebing MAN 1 Tubaba, Bapak Wathoni, untuk membagikan pengalaman, strategi latihan, serta perjuangan mereka menembus podium juara.

Riska membagikan pengalamannya saat mengikuti Kejurprov, di mana ia harus berhadapan dengan atlet-atlet dari daerah lain yang memiliki fasilitas latihan lebih lengkap. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya.

“Setiap pencapaian pasti ada perjuangannya. Latihan keras, jaga disiplin, dan tetap fokus walau banyak tantangan. Saya belajar bahwa tidak ada hasil instan, semua butuh proses,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat bertanding, yang dihadapinya bukan hanya lawan, tapi juga rasa takut dan keraguan dalam dirinya sendiri. “Di atas tebing itu, saya bertarung bukan cuma dengan lawan, tapi juga dengan diri saya sendiri,” ucap Riska penuh semangat.

Sementara itu, Rifan mengisahkan pengalaman menegangkannya saat berlaga dalam lomba orienteering. Ia sempat hampir tersesat di tengah medan, namun berhasil mengendalikan situasi dengan ketenangan dan kepercayaan pada latihan yang telah dijalani.

“Saya ingat semua latihan yang pernah saya lewati, dan itu jadi semangat saya untuk sampai ke garis akhir. Bagi saya, menang itu bonus. Yang terpenting, saya sudah berjuang habis-habisan,” ungkapnya.

Bapak Wathoni, sebagai pelatih dan pembina, turut membagikan pandangannya mengenai potensi atlet muda di Tubaba. Ia menyoroti perlunya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar prestasi yang sudah diraih bisa terus ditingkatkan. “Mereka ini punya potensi besar. Dengan pembinaan yang tepat dan fasilitas yang memadai, saya yakin akan lebih banyak lagi atlet Tubaba yang bisa bersaing di level nasional,” ucapnya.

Terakhir Riska dan Rifan berharap dapat terus mengembangkan kemampuan mereka dan membawa nama Tubaba ke tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, keduanya juga ingin menginspirasi generasi muda lainnya agar berani mencoba hal baru, berjuang keras, dan mencintai olahraga sehingga prestasi olahraga di Tubaba semakin berkembang dan dikenal luas.

Dengan prestasi yang telah diraih, Riska Apriyani dan Muhammad Rifan kini menjadi simbol semangat juang dan dedikasi pelajar Tubaba. Keduanya tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membuka mata banyak pihak bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki potensi besar dalam mencetak atlet-atlet muda berbakat yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *